Print

PELATIHAN LABORATORIUM TB STRATEGI DOTS

Published on Posted in Berita

Sebagai komitment Poltekkes terhadap mutu lulusan, Poltekkes Kemenkes Semarang menerapkan salah satu sasaran mutu yaitu: Lulusan memiliki Sertifikat Keahlian. Dengans asaran mutu ini, diharapkan lulusan memiliki daya saing tinggi dengan lulusan lain dalam meraih kesempatan kerja. Lulusan dibekali pelatihan-pelatihan yang relevan dengan profesi yang ditekuninya. Di Jurusan Analis Kesehatan, sertifikat keahlian yang dipilih adalah Deteksi Tenaga Analis Terhadap TB dengan strategi DOTS.

analis 1.jpg - 31.94 KB

Oleh sebab itu, pada tanggl 23 Agustus – 3 September 2012 di Jurusan Analis Kesehatan di laksanakan Pelatihan Laboratorium Tb Strategi DOTS. Pelatihan ini dipilih bagi lulusan karena Program Pengendalian Tuberkulosisi (TB) di Indonesia sejak tahun 1995 menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). Komponen dalam strategi DOTS adalah komitmen politis, diagnosis TB dengan pemeriksaan mikroskopis, pengobatan dengan paduan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) jangka pendek dengan Pengawas menelan Obat (PMO), kesinambungan tersedianya OAT serta pencatatan dan pelaporan yang baku.

analis 2.jpg - 29.90 KB

Pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung yang bermutu merupakan komponen penting dalam penerapan strategi tersebut baik untuk menegakkan diagnosis maupun follow up pasien. Selain itu hasil pemeriksaan dahak yang bermutu merupakan hal yang penting untuk menetapkan klasifikasi pasien sehingga mutu hasil pemeriksaan laboratorium merupakan inti keberhasilan Program Pengendalian TB.

analis 3.jpg - 34.38 KB

Pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB mempunyai sifat sebagi berikut:

  1. Pelatihan ini berkaitan dengan fungsi Tim DOTS Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) sebagai penanggung jawab dan pelaksana dalam penerapan Strategi DOTS di UPK khususnya Lab TB
  2. Materi pelatihan adalah materi yang berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan untuk pemeriksaan mikroskopis TB dari pembuatan sediaan dahak, pemeriksaan mikroskopis, keamanan dan keselamatan kerja, pemantapan mutu laboratorium serta pencatatan dan pelaporan.
  3. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang berupa kegiatan interaktif dan praktek laboratorium yang diikuti oleh setiap peserta latih dengan difasilitasi oleh fasilitator.
  4. Pelatihan dilaksanakan berdasar azas manfaat artinya setelah menyelesaikan pelatihan peserta diharapkan dapat melakukan praktek pemeriksaan mikroskopis TB dengan baik dan benar.
  5. Pelatihan ini juga merupakan suatu bagian dari sistem pengembangan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan kinerja secara perorangan, tim maupun institusi, khususnya dalam pemeriksaan mikroskopis TB.
  6. Pada akhir pelatihan peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan secara lengkap.

 Setelah menyelesaikan pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB Peserta Pelatihan harus bisa berperan sebagai penanggung jawab di dalam pemeriksaan mikroskopis TB (ditempat kerjanya). Peserta Pelatihan nantinya dapat berfungsi sebagai pelaksana kegiatan pemeriksaan mikroskopis TB.

Adapun Kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan dalam melaksanakan tugas sebagai mana tersebut dalam uraian fungsi. Untuk itu para peserta latih mampu :

  1.  Menjelaskan Kebijakan Program PengendalianTuberkulosis .
  2.  Menjelaskan Kebijakan Laboratorium TB
  3.  Menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan keselamatan kerja pemeriksaan mikroskopis TB
  4.  Melakukan pengumpulan sediaan dahak TB
  5.  Menggunaan dan merawat alat mikroskop
  6.  Melakukan pemeriksaan mikroskopis TB
  7.  Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan dahak mikroskopis TB
  8.  Melakukan prinsip-prinsip pemantapan mutu internal dan external laboratorium mikroskopis TB .

 analis 4.jpg - 25.11 KB

Keseluruhan materi sejumlah 50 Jam Pelajaran (JPL) terdiri dari 10 JPL Teori dan 40 JPL Praktik di Laboratorium dengan alokasi waktu setiap 1 JPL @ 45 menit. Waktu Pelatihan diselenggarakan selama 7 hari dengan 6 hari efektif.

 

Penilaian : Pretest, Post test ; penilaian kinerja harian,dan praktikum.

 

 

 

Sebagai komitment Poltekkes terhadap mutu lulusan, Poltekkes Kemenkes Semarang menerapkan salah satu sasaran mutu yaitu: Lulusan memiliki Sertifikat Keahlian. Dengans asaran mutu ini, diharapkan lulusan memiliki daya saing tinggi dengan lulusan lain dalam meraih kesempatan kerja. Lulusan dibekali pelatihan-pelatihan yang relevan dengan profesi yang ditekuninya. Di Jurusan Analis Kesehatan, sertifikat keahlian yang dipilih adalah Deteksi Tenaga Analis Terhadap TB dengan strategi DOTS.

Oleh sebab itu, pada tanggl 23 Agustus – 3 September 2012 di Jurusan Analis Kesehatan di laksanakan Pelatihan Laboratorium Tb Strategi DOTS. Pelatihan ini dipilih bagi lulusan karena Program Pengendalian Tuberkulosisi (TB) di Indonesia sejak tahun 1995 menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). Komponen dalam strategi DOTS adalah komitmen politis, diagnosis TB dengan pemeriksaan mikroskopis, pengobatan dengan paduan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) jangka pendek dengan Pengawas menelan Obat (PMO), kesinambungan tersedianya OAT serta pencatatan dan pelaporan yang baku.

 

Pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung yang bermutu merupakan komponen penting dalam penerapan strategi tersebut baik untuk menegakkan diagnosis maupun follow up pasien. Selain itu hasil pemeriksaan dahak yang bermutu merupakan hal yang penting untuk menetapkan klasifikasi pasien sehingga mutu hasil pemeriksaan laboratorium merupakan inti keberhasilan Program Pengendalian TB.

 

Pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB mempunyai sifat sebagi berikut:

  1. a.Pelatihan ini berkaitan dengan fungsi Tim DOTS Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) sebagai penanggung jawab dan pelaksana dalam penerapan Strategi DOTS di UPK khususnya Lab TB
  2. b.Materi pelatihan adalah materi yang berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan untuk pemeriksaan mikroskopis TB dari pembuatan sediaan dahak, pemeriksaan mikroskopis, keamanan dan keselamatan kerja, pemantapan mutu laboratorium serta pencatatan dan pelaporan.
  3. c.Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang berupa kegiatan interaktif dan praktek laboratorium yang diikuti oleh setiap peserta latih dengan difasilitasi oleh fasilitator.
  4. d.Pelatihan dilaksanakan berdasar azas manfaat artinya setelah menyelesaikan pelatihan peserta diharapkan dapat melakukan praktek pemeriksaan mikroskopis TB dengan baik dan benar.
  5. e.Pelatihan ini juga merupakan suatu bagian dari sistem pengembangan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan kinerja secara perorangan, tim maupun institusi, khususnya dalam pemeriksaan mikroskopis TB.
  6. f.Pada akhir pelatihan peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan secara lengkap.

 

Setelah menyelesaikan pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB Peserta Pelatihan harus bisa berperan sebagai penanggung jawab di dalam pemeriksaan mikroskopis TB (ditempat kerjanya). Peserta Pelatihan nantinya dapat berfungsi sebagai pelaksana kegiatan pemeriksaan mikroskopis TB.

 

Adapun Kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan dalam melaksanakan tugas sebagai mana tersebut dalam uraian fungsi. Untuk itu para peserta latih mampu :

  1. a. Menjelaskan Kebijakan Program PengendalianTuberkulosis .
  2. b. Menjelaskan Kebijakan Laboratorium TB
  3. c. Menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan keselamatan kerja pemeriksaan mikroskopis TB
  4. d. Melakukan pengumpulan sediaan dahak TB
  5. e. Menggunaan dan merawat alat mikroskop
  6. f. Melakukan pemeriksaan mikroskopis TB
  7. g. Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan dahak mikroskopis TB
  8. h. Melakukan prinsip-prinsip pemantapan mutu internal dan external laboratorium mikroskopis TB .

 

Keseluruhan materi sejumlah 50 Jam Pelajaran (JPL) terdiri dari 10 JPL Teori dan 40 JPL Praktik di Laboratorium dengan alokasi waktu setiap 1 JPL @ 45 menit. Waktu Pelatihan diselenggarakan selama 7 hari dengan 6 hari efektif.

 

Penilaian : Pretest, Post test ; penilaian kinerja harian,dan praktikum.

 

 

 

Oleh sebab itu, pada tanggl 23 Agustus – 3 September 2012 di Jurusan Analis Kesehatan di laksanakan Pelatihan Laboratorium Tb Strategi DOTS. Pelatihan ini dipilih bagi lulusan karena Program Pengendalian Tuberkulosisi (TB) di Indonesia sejak tahun 1995 menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse). Komponen dalam strategi DOTS adalah komitmen politis, diagnosis TB dengan pemeriksaan mikroskopis, pengobatan dengan paduan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) jangka pendek dengan Pengawas menelan Obat (PMO), kesinambungan tersedianya OAT serta pencatatan dan pelaporan yang baku.

 

Pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung yang bermutu merupakan komponen penting dalam penerapan strategi tersebut baik untuk menegakkan diagnosis maupun follow up pasien. Selain itu hasil pemeriksaan dahak yang bermutu merupakan hal yang penting untuk menetapkan klasifikasi pasien sehingga mutu hasil pemeriksaan laboratorium merupakan inti keberhasilan Program Pengendalian TB.

 

Pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB mempunyai sifat sebagi berikut:

  1. a.Pelatihan ini berkaitan dengan fungsi Tim DOTS Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) sebagai penanggung jawab dan pelaksana dalam penerapan Strategi DOTS di UPK khususnya Lab TB
  2. b.Materi pelatihan adalah materi yang berkaitan dengan pemahaman dan keterampilan yang diperlukan untuk pemeriksaan mikroskopis TB dari pembuatan sediaan dahak, pemeriksaan mikroskopis, keamanan dan keselamatan kerja, pemantapan mutu laboratorium serta pencatatan dan pelaporan.
  3. c.Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang berupa kegiatan interaktif dan praktek laboratorium yang diikuti oleh setiap peserta latih dengan difasilitasi oleh fasilitator.
  4. d.Pelatihan dilaksanakan berdasar azas manfaat artinya setelah menyelesaikan pelatihan peserta diharapkan dapat melakukan praktek pemeriksaan mikroskopis TB dengan baik dan benar.
  5. e.Pelatihan ini juga merupakan suatu bagian dari sistem pengembangan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan kinerja secara perorangan, tim maupun institusi, khususnya dalam pemeriksaan mikroskopis TB.
  6. f.Pada akhir pelatihan peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pelatihan secara lengkap.

 

Setelah menyelesaikan pelatihan Pemeriksaan Mikroskopis TB Peserta Pelatihan harus bisa berperan sebagai penanggung jawab di dalam pemeriksaan mikroskopis TB (ditempat kerjanya). Peserta Pelatihan nantinya dapat berfungsi sebagai pelaksana kegiatan pemeriksaan mikroskopis TB.

 

Adapun Kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan dalam melaksanakan tugas sebagai mana tersebut dalam uraian fungsi. Untuk itu para peserta latih mampu :

  1. a. Menjelaskan Kebijakan Program PengendalianTuberkulosis .
  2. b. Menjelaskan Kebijakan Laboratorium TB
  3. c. Menerapkan prinsip-prinsip keamanan dan keselamatan kerja pemeriksaan mikroskopis TB
  4. d. Melakukan pengumpulan sediaan dahak TB
  5. e. Menggunaan dan merawat alat mikroskop
  6. f. Melakukan pemeriksaan mikroskopis TB
  7. g. Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan dahak mikroskopis TB
  8. h. Melakukan prinsip-prinsip pemantapan mutu internal dan external laboratorium mikroskopis TB .

 

Keseluruhan materi sejumlah 50 Jam Pelajaran (JPL) terdiri dari 10 JPL Teori dan 40 JPL Praktik di Laboratorium dengan alokasi waktu setiap 1 JPL @ 45 menit. Waktu Pelatihan diselenggarakan selama 7 hari dengan 6 hari efektif.

 

Penilaian : Pretest, Post test ; penilaian kinerja harian,dan praktikum.

 

 


 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
php shell hacklink hacklink satış hacklink satışı hacklink satış wso shell indoxploit shell evden eve nakliyat hacklink Google canlı bahis siteleri bedava bonus veren bahis siteleri canlı bahis oyna canlı casino sohbet hattı sohbet hatları canlı bahis canlı sohbet hattı porno hikayeleri sex hikayeleri sohbet numaraları adana escort adana escort canlı bahis canlı bahis
deneme bonusu
canlı bahis
bedava bonus
1xbet
sex hattı
kayseri escort
eryaman escort
mersin escort
adana escort
sex hikayeleri
mersin escort mersin escort instagram takipci hilesi instagram takipci hilesi instagram takipci hilesi kayseri escort eryaman escort mersin escort adana escort sex hikayeleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri bahis siteleri betpas supertotobet süperbahis

Tether Price Bitcoin Price Ethereum price Litecoin Price Eos Price XRP Price Bitcoin Cash Price Tron Price Bitcoin Vs Price Ethereum Classic Price