Print

Wisuda 79 & 80

Published on Posted in Berita

Poltekkes Kemenkes Semarang pada 10 September 2013 mengadakan Wisuda ke 79 bertempat di gedung Widyatama Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, sedangkan wisuda ke 80 dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang pada tanggal 12 September 2013. Wisuda ke 79 diikuti oleh 676 wisudawan, sedangkan wisuda ke 80 diikuti oleh 735 wisudawan terdiri dari Luluan Progam Diploma III dan Sarjana Sains Terapan Kesehatan.
 
 
 
Direktur Poltekkes Semarang dalam sambutannya menyampaikan bahwa makna dan hakekat wisuda di institusi pendidikan tenaga kesehatan bukan hanya bermakna telah selesainya mahasiswa menempuh pendidikan, namun yang lebih penting, pada wisuda ini lulusan diambil sumpahnya sebagai tenaga kesehatan, sekaligus dilantik secara resmi oleh Menteri Kesehatan (atau yang mewakili) sebagai tenaga kesehatan.
Beliau juga menyampaikan bahwa makna symbolis pewisudaan berupa pemindahan kucir wisuda dari kiri ke kanan adalah agar lulusan setelah bekerja nanti lebih banyak menggunakan otak kanan dari pada otak kiri yang selalu digunakan pada masa-masa kuliah. Dikarenakan pada saat bekerja nanti banyak berhadapan dengan masalah-masalah klien yang harus melibatkan kecerdasan hati, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Selain itu, Direktur Poltekkes menyampaikan bahwa Sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan, Poltekkes Kemenkes Semarng berupaya untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan organisasi guna menjawab tantangan dan kebutuhan yang senantiasa berubah sejalan dengan kebijakan pengembagan tenaga kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pada tahun 2012 , Poltekkes Semarang resmi alih bina penyelenggaraan program studi dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alih bina ini perlu dilakukan dalam rangka menyelaraskan pengelolaan dan penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-undangan bidang pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah proses akreditasi program studi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hasil yang didapatkan setelah dilakukan assesment dan visitasi sebanyak 18 (delapan belas) program studi telah terakreditasi, 6 (enam) prodi termasuk 2 (dua) prodi baru dalam proses penilaian untuk visitasi.
 
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ( Suharsi SKM, Mkes) yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada sambutan wakil wisudawan yang mengkombinasikan empat bahasa dalam sambutannya ( Bahasa Jawa, bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab). Dalam kesempataan tersebut Sekretaris Dinas menyampaikan agar penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik bukan hanya sebatas pada pemberian plakat dan piagam penghargaan. Akan tetapi sebisa mungkin langsung diberikan Surat Keputusan (SK) penempatan. Akan tetapi harus siap ditempatkan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan.
 
Sedangkan Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDM) Kementrian Kesehatan republik Indonesia (Bpk Suharjono, SE, MM) mengawali sambutan dengan mengingatkan program kerja kementrian Kesehatan yang berlandasakan pada empat pilar yaitu (IREC) Inclusive, Responsive, effective dan Clean. Berdasarkan azaz kerja tersebut Oleh karenanya pada tahun 2012 laporan pertanggung jawaban keuangan Kementrian Kesehatan dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selanjutnya beliau menyampaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan termasuk persebaran tenaga kesehatan. Terlebih, beliau juga menyampaikan agar tenaga kesehatan siap untuk mensukseskan diberlakukannya Ssitem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan mulai berlaku 1 Januari 2014.
 
 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn