Print

1st Culinary Nutrition Festival

Written by poltekkes kemenkes semarang Published on . Posted in Berita

Pada tanggal 29-30 September 2017, Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang Semarang didukung oleh Restomart menyelenggarakan “1st Culinary Nutrition Festival” yang terdiri atas Lomba Masak, Workshop, Seminar dan Simposium Nasional. Hari pertama (29/09/2017), dimulai dengan Lomba Masak dan Workshop yang pesertanya berasal dari berbagai Poltekkes yang ada di Indonesia, diantaranya Poltekkes Padang, Poltekkes Tasikmalaya, Poltekkes Yogyakarta, Poltekkes Malang, Poltekkes Mataram, Poltekkes Palangkaraya, Poltekkes Pontianak, Poltekkes Sorong serta Poltekkes Semarang sebagai Tuan Rumah.
Gizi 1Giizi 2

Sedangkan untuk lomba masak, selain pesertanya dari Poltekkes yang telah disebutkan di atas, juga diikuti oleh perwakilan beberapa Rumah Sakit diantaranya RS RA Kartini Jepara, RS JIH Yogyakarta dan RSUD Sragen. Lomba masak dalam kegiaan ini mengangkat tema “One Dish Meal Nusantara sebagai Sarapan Sehat Anak Sekolah”. Tema ini diusung karena sarapan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk anak usia sekolah, karena waktu sekolah, anak melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan energi cukup besar. Sarapan pagi harus memenuhi sebanyak ¼ kalori yang dibutuhkan anak dalam sehari maka dari itu dalam lomba ini membuat berbagai macam resep sarapan dalam bentuk One Dish Meal untuk memenuhi kebutuhan sarapan anak. One Dish Meal sering digunakan untuk menyebutkan makanan sepinggan yang merupakan salah satu upaya inovasi dalam memasak, memadukan bahan makanan dan menciptakan makanan yang bergizi seimbang.
Giizi 3Giizi 4
Cara memasak One Dish Meal ini dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam memasak makanan yang bergizi serta dapat mengantisipasi adanya keterbatasan bahan makanan. Lomba masak One Dish Meal (ODM) ini menekankan penggunaan bahan pangan lokal agar tetap membudayakan pemakaian bahan-bahan tradisional yang terdapat pada daerah masing masing sekaligus untuk memanfaatkan dan menginovasi bahan pangan lokal sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk membuat makanan sepinggan.
Bersamaan dengan lomba masak, terdapat pula Workshop Training of the Trainers (TOT) Modul Pelatihan Produksi tempe higienis. Kegiatan worshop ini bertempat di Aula gedung baru lantai 4 Kampus III Poltekkes Semarang. Peserta workshop berjumlah 30 orang, termasuk di dalamnya adalah para Dosen Pembimbing Lomba Masak One Dish Meal dari berbagai Poltekkes yang ada di Indonesia serta Ahli Gizi Rumah Sakit.
Pada hari kedua (30/09/2017), diadakan Seminar dan Simposium Nasional yang bertemakan “Kontribusi Tempe dalam Memenuhi Kecukupan Gizi dan Memerangi Penyakit Degenartif”. Seminar tersebut dibuka secara simbolis dengan pemukulan Gong oleh Direktur Poltekkes Semarang, Sugiyanto, SPd, MApp.Sc., yang didampingi oleh Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Semarang, Wiwik Wijaningsih, STP, MSi. Seminar ini mendatangkan 3 narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, Dosen IPB yang juga merupakan Ketua Forum Tempe Indonesia, Prof. Made memberikan materi tentang keunggulan nilai gizi serta peranan tempe dan produk olahan kedelai bagi kesehatan, narasumber kedua adalah Dr. Dadi Hidayat Maskar, ST, MSc dari IPB yang memberikan materi tentang tempe warisan budaya bangsa persembahan dari Indonesia untuk dunia serta narasumber ketiga, Dr. Kun Aristiati, MKes dari Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Semarang dengan materi Early Life Nutrition and Non Communicate Disease. Seminar ini diikuti oleh 364 peserta.
Dalam seminar ini juga diumumkan hasil lomba masak One Dish Meal. Adapun pemenang diambil dari 2 kategori yaitu kategori antar Poltekkes dan kategori Rumah Sakit. Kategori Poltekkes Juara 1 diraih oleh Poltekkes Malang, Juara 2 Poltekkes Semarang, Juara 3 Poltekkes Yogyakarta, Juara Harapan 1 Poltekkes Mataram, serta Juara Harapan 2 Poltekkes Sorong. Sedangkan untuk Kategori Rumah Sakit Juara 1 diraih oleh RSUD Sragen, Juara 2 RS RA Kartini Jepara, dan Juara 3 RS JIH Yogyakarta.
Hasil dari kegiatan lomba masak, semua resep yang telah diperlombakan akan di bukukan dan digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran Mata Kuliah Gizi Kuliner pada Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan se-Indonesia serta hasil-hasil penelitian dari symposium akan dipublikasikan dalam bentuk Prosiding.

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn