Print

Penilaian Internal Wilayah Bebas dari Korupsi

Written by poltekkes kemenkes semarang Published on . Posted in Berita


Reformasi Birokrasi, merupakan langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional. Dalam perjalanannya, banyak kendala yang dihadapi, diantaranya penyalahgunaan wewenang, praktek Korupsi, Kolusi dan nepotisme (KKN) dan lemahnya pengawasan. Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi, yang mengatur tentang pelaksanaan program reformasi birokrasi. Peraturan tersebut menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama yaitu; peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

WBK 1WBK 2


Untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Poltekkes Kemenkes Semarang concern terhadap pembentukan Zona Integritas untuk pencegahan korupsi diantaranya dengan dibentuknya Unit Pelayanan Gratifikasi (UPG), sosialisasi pencegahan korupsi dan pernyataan bersama anti korupsi baik dari pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa. Pada tanggal 4-6 Oktober 2017, poltekkes mendapatkan penilaian dari Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jendral Kementrian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengevaluasi implementasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

WBK 3WBK 4
 
Tim penilai datang pada tanggal 4 Oktober untuk melakukan interview kepada mahasiswa dan karyawan Poltekkes Semarang. Sedangkan pada tanggal 5 Oktober dilaksanakan penilaian terhadap performance Poltekkes Semarang dalam upaya-upaya manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan system, manajemen SDM, penguatan pengawasan dan penguatan akuntabilitas kinerja. Apabila Poltekkes Semarang memenuhi kriteria-kriteria  yang memenuhi standar penilaian Wilayah Bebas dari Korupsi akan dapat diajukan ke standar penilaian Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn