Print

Wisuda Ke 78

Published on Posted in Berita

 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang pada hari Kamis 11 April 2013 menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dengan agenda Wisuda ke 78 Lulusan Diploma III dan Diploma IV, kegiatan diselenggarakan di Hotel Patrajasa Semarang dan diikuti 200 Wisudawan yang terdiri dari DIII dan DIV Keperawatan Gigi Semarang, DIII Keperawatan Semarang dan DIV Keperawatan Jiwa Magelang, DIV Bidan Pendidik Semarang, DIV Kebidanan Komunitas Magelang, DIII dan DIV Gizi Semarang. Sedangkan para lulusan terbaik, yang telah disampaikan dalam Laporan Pendidikan oleh Pembantu Direktur I bidang Akademik, antara lain lulusan DIV Keperawatan Jiwa : Purwaningsih (IPAP=3,77), Kristiana Suryanti (IPAP=3,83) lulusan terbaik dari DIV Bidan Pendidik, Yuda Ayu Timorini (IPAP=3,75) lulusan terbaik dari DIV Kebidanan Komunitas, Dyah Ayu Purwaningrum (IPAP=3,75) lulusan terbaik dari DIV Gizi, Ani (IPAP=3,69).

Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Sugiyanto, S.Pd,M.App.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan Proses pendidikan, Poltekkes Kemenkes Semarang menghadapi dua tantangan besar yaitu tantangan untuk sterus mengembangkan proses pendidikan yang berkualitas dan professional dan tantangan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan dibutuhkan oleh user. Oleh karenanya Poltekkes terus berkomitmen dalam peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan yaitu Mandiri dan Unggul. Peningkatan mutu pendidikan tercermin dari komitemen Poltekkes Semarang dalam melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Berbasis ISO 9001:2008 yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Selain itu, Poltekkes Semarang juga memiliki falsafah: Tenaga Kesehatan yang bermutu dihasilkan oleh institusi pendidikan yang bermutu. Berkaitan dengan hal tersebut, Poltekkes Semarang terus berbenah dalam rangka meningkatkan kaulitas mutu pendidikan, hasil yang telah dilakukan tercermin dari 24 Prodi yang ada di Poltekkes, 18 Prodi telah terakreditas A dan 6 Prodi terakreditasi B dari Pusdiknakes RI.

 

Selain itu, Direktur Poltekkes Semarang mengutarakan bahwa dengan telah ditetapkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Nasional No. 14/VIII/KB/2011 dan No.1673/Menkes/SKB/VIII/2011, tentang penyelenggaraan Politeknik Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam SKB tersebut telah diatur bahwa penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Kesehatan secara akademik di bina oleh Menteri Pendidikan Nasional sedangkan pembinaan secara teknis oleh Menteri Kesehatan.

Selanjutnya dari proses alih bina tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 355/E/0/2012, tanggal 10 Oktober 2012 yang berisi Prodi yang diselenggarakan Poltekkes harus diakreditasi oleh BAN-PT. Dari 24 Prodi yang terdapat di Poltekkes Semarang, 16 Prodi telah terakreditasi BAN-PT per Januari 2013 dan 2 Prodi telah divisitasi dan dalam proses sidang penilaian pada Majelis BAN-PT. Dua Prodi juga masih menunggu jadwal untuk pelaksanaan visitasi.

Disampaikan pula bahwa pada tahun 2013 Poltekkes telah membuka Jurusan baru yaitu Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di kampus I. Pembukaan Jurusan baru ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga Rekam Medis yang masih sangat tinggi. Disamping itu, Sejak awal April juga telah di laksanakan pendaftaran jalur PMDP (Penelusuran Minat dan Prestasi) dengan jumlah 1500 pendaftar dan yang diterima pada seleksi tahap dua sekitar 254 orang. Proses penerimaan dari jalur PMDP diharapkan mendapat raw input calon mahasiswa dengan akademik yang bagus, sehingga nantinya kita mempunyai kebanggaan untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam kualitas dan berbudi pekerti luhur serta dapat melayani masyarakat dengan hati yang ikhlas. Keunggulan lulusan diantaranya dengan adanya sertifikasi keahlian di semua Prodi Poltekkes Kemenkes Semarang.

Pada akhir sambutan, Direktur Poltekkes juga menyampaikan bahwa Beberapa waktu lalu telah menjalin kerja sama yang dinaungi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan Queensland University ogf Technology Australia untuk pengembangan Kurikulum Keperawatan, University Teknologi Mara di Selangor Malaysia, University Songklah Thailand, Normah Medical Specialist Center Malaysia, dan beberapa RS di Manila, untuk menjajagi kemungkinan student exchange dan lecture exchange.

 

Sambutan Ka.Dinkes Provinsi Jateng, diwakili oleh Ka.Bid, Bindal SDK dr. Pungki Samhasto, MQH. Beliau menyampaikan untuk mencapai visi pengembangan kesehatan, perlu upaya yang sinergis. Saat ini tuntutan pelayanan yang baik semakin meningkat, “patient safety menjadi konsern yang semakin menguat seiring dengan peningkatan pemahaman masayarakat akan keselamatan dan keamanan dalam pelayanan kesehatan. Beliau juga berpesan, sebagai tenaga kesehatan harus mengikuti aturan, sehingga akan nyaman dan aman, agar terhindar dari tuntutan masyarakat. Selanjutnya para lulusan harus membekali diri dengan kompetensi, yaitu pengetahuan, ketrampilan dan berperilaku, sehingga mendapat kepercayaan masyarakat dan menjunjung tinggi almamater dan profesi. Selalu belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menambah wawasan dan mengejar ketertinggalan. Pesan Ka.Dinkes Prov.Jateng dari 200 para Wisudawan diharapkan/dihimbau/diharuskan untuk ikut mendukung Program di Jateng : untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, Bayi, Balita, Gizi Buruk, Pencegahan Penyakit Menular, HIV/AIDS, TB Paru, Demam Berdarah, Malaria dan Jateng bebas Pasung. Para Tenaga Kesehatan mulai hari ini untuk merubah 3 pola yang ada : 1. Pola pikir (saya adalah tenaga kesehatan), 2. Pola Sikap (bagaimana saya bersikap sebagai tenaga kesehatan di Jateng), 3. Pola Tindak (setelah bersikap akan saya lakukan sesuai dengan hati nurani). 3 Pola sikap tersebut untuk menjaga nama baik almamater dan martabat diri sendiri.

 Sambutan terakhir adalah dari Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan tenaga Kesehatan (Ka. Pusdiklatnakes) Badan PPSDM Kemenkes RI, dr. Donald Pardede, MPPM. Beliau menyampaikan bahwa 80 % keberhasilan Pembangunan Kesehatan sangat ditentukan oleh SDM Kesehatan. Tenaga Kesehatan tersebut ditentukan dari Institusi Pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Oleh karenanya pola pendidikan kesehatan yang diperlukan adalah pola pendidikan yang dinamis, menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini dan hal-hal tersebut telah diupayakan oleh Poltekkes Kemenkes Semarang. Dalam pencapaian MDG’s kita perlu kerja keras, karena secara nasional saat ini belum tercapai, sedangkan Poltekkes Kemenkes Semarang merespon secara akademis bahwa para lulusan telah dibekali dengan ilmu dan ketrampilan. Ada banyak tantangan yang harus kita hadapai, maka Saudara para lulusan berperan aktif dalam organisasi profesi, agar dapat bekerja secara profesial, kita juga harus mengembangkan soft skill dan hard skill. Karena masyarakat juga perlu empati dan hati nurani. Pesan Ibu Menteri : bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja mawas, bekerja tuntas, bekerja ikhlas. Kami mengucapakan selamat bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang menjadi pionir dalam penyelenggaraan MST dan proses untuk pengembangan menjadi Institut.

 

Kami segenap Civitas Akademika Poltekkes Kemenkes Semarang, mengucap­kan "Selamat dan Sukses" atas keberhasilan Wisudawan dalam menyelesaikan studi di Poltekkes Kemenkes Semarang.