• slide-gedung-poltekes-semarang
  • slide WBK-WBBM
  • slide analis laboratorium
  • slide labkomp perpustakaan
  • Gedung dan Asrama Politeknik Kesehatan / Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Poltekkes Semarang menuju Wilayah Bebas dari Korupsi & Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
  • Analis dan Laboratorium
  • Laboratorium Komputer

PENGUMUMAN

Pelantikan Direktur

Civitas Academica Poltekkes Kemenkes Semarang mengucapkan :
Selamat Atas Pelantikan Bapak Warijan, SPd, AKep, MKes sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik.

Pelantikan Pak Warijan Rev

BERITA

Print

Orasi Ilmiah

Published on Posted in Berita

ORASI ILMIAH OLEH MENTERI PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL 

Sebagai puncak kegiatan acara Dies Natalis XI Poltekkes Kemenkes Semarang, pada hari Senin tanggal 16 April 2012 bertempat di gedung auditorium Poltekkes Kemenkes Semarang dilaksanakan orasi ilmiah oleh Menteri Pembangunan Daerah tertinggal, Ir. Helmy Faishal Zaini dengan tema: Peran Strategis Poltekkes Kemenkes Semarang Dalam Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.

 

Orasi ilmiah adalah agenda yang diprogramkan oleh Poltekkes Kemenkes Semarang pada setiap peringatan Dies Natalis. Orasi ilmiah dilaksanakan dengan menghadirkan pejabat-pejabat pemerintah sebagai nara sumber untuk memperluas wawasan dosen dan mahasiswa dalam ikut serta mendukung program-program yang dicanangkan pemerintah. Pada tahun lalu dalam kesempatan Dies Natalis X, orasi ilmiah menghadirkan Gubernur Bibit Waluyo dengan tema Peran Perawat dan Bidan dalam mendukung Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah; Bali ndeso mbangun deso. 

Tema orasi ilmiah tahun ini ditetapkan dalam rangka mendorong, mensupport dan membuka wawasan  lulusan Poltekkes Kemenkes Semarang agar tergugah semangatnya dalam memberikan sumbangsih dan pengabdian kepada nusa dan bangsa khususnya sebagai tenaga kesehatan di daerah terpencil, pedalaman dan tertinggal.

Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang (Sugiyanto, SPd, MappSc) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang dengan 22 Program Studi Diploma III dan Diploma IV memiliki potensi yang luar biasa apabila dapat membantu dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya pemerataan pemberian pelayanan kesehatan. Oleh karenanya Poltekkes Kemenkes Semarang akan terus mensupport lulusan agar terpanggil dedikasi dan pengabdiannya di daerah-daerah tersebut.

 

 Senada dengan Direktur Poltekkes, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan kemenkes RI, dr. Asjikin Iman H, Dahlan, MHA menyampaikan Program-program pembangunan Kesehatan yang salah satunya adalah melalui peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk mencapai target nasional (RPJPN, RPJMN, dan RPJPK) target regional dan target global (Milenium Development Goals 2015-MDG’s).

Dalam orasi ilmiah tersebut menteri Ir. Helmy Faishal Zaini  menandaskan bahwa dalam RJPPN (Rencana Jangka Panjang Program Nasional) fokus perhatian adalah dalam hal Keadilan dan Pemerataan Pembangunan. Dikatakan menteri bahwa dengan geografis Indonesia menjadikan disparitas kemaujuan antar daerah sangat jauh. Oleh sebab itu, perlu upaya peningkatan connectivity bagi daerah-daerah tertinggal untuk mengejar pembangunan infrastuktur serta peradaban.

Disampaikan pula bahwa program pemerintah SBY “Triple tract Stategy Plus”  yaitu : Pro Good, Pro Poor dan Pro Jobs serta upaya untuk melawan global warming telah memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada level yang progresif pada level 6,5 %, sementara negara-negara Amerika dan Eropa mengalami keterpurukan. Bahkan ada negara yangmengalami petumbuhan ekonomi minus 2 %.

Menurut menteri, ketiga program tersebut sudah on the tract dan telah membuahkan hasil. Dicontohkan oleh menteri dengan adanya pembagunan jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) telah membuka akses dan connectivity masyarakat Madura yang dulunya daerah tertinggal menjadi daerah yang maju dan berkembang pesat. Contoh lain adalah dengan terbukanya akses di pulau Kalorai-Morotai, juga telah menigkatkan pendapatan masyarakat di pulau dengan 300 orang tersebut. Salah satunya adalah penghasilan nelayan rumput laut yang tadinya 500-800 ribu per bulan menjadi 6 juta per bulan. Akan tetapi fasilitas dan tenaaga pelayanan di daerah tersebut masih sangat minim.

Oleh karena itu Menteri menyambut baik dilakukannya kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Semarang dengan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dalam penempatan tenaga kesehatan. Selain itu Menteri juga akan memberikan prioritas dan fasilitasi bagi tenaga-tenaga kesehatan yang mau bekerja di daerah-daerah terpencil dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Deputi Bidang Pembinaan Lembaga Sosial dan Budaya Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang dalam hal peningkatan kualifikasi pendidikan calon tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan dari daerah tertinggal. Hal ini mennunjukkan kepedulian Poltekkes Semarang untuk turut meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan di daerah terpencil, teringgal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

 

 Dalam acara ini di lakukan pula penyerahan Re-Sertifikasi Penjaminan Mutu Berbasis ISO dari Manager Sertifikasi PT. SGS kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang yang telah mempertahankan proses desain dan pengendalian kurikulum ,pelaksanaan program pembelajaran, dokumentasi PBM dan program penelitian sesuai dengan kriteria-kriteria yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2008. Dalam waktu tiga tahun mendatang (sampai dengan tahun 2015) Poltekkes Semarang masih berhak untuk menyandang sertifikat ISO 9001:2008 dalam hal Manajemen System Penjaminan Mutu.

 

 

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn